Klaster Covid di perguruan tinggi SDM dengan 281 kasus tetapi tidak ada pembatasan yang akan diberlakukan di Karnataka untuk saat ini: Menteri Kesehatan
Top Stories

Klaster Covid di perguruan tinggi SDM dengan 281 kasus tetapi tidak ada pembatasan yang akan diberlakukan di Karnataka untuk saat ini: Menteri Kesehatan

Pada hari Sabtu, menteri kesehatan Karnataka K Sudhakar mengatakan bahwa Sekolah Tinggi Ilmu Kedokteran SDM di distrik negara bagian Dharwad telah menjadi klaster Covid dengan 281 kasus. Namun, tidak ada pembatasan yang akan diberlakukan di negara bagian untuk saat ini, tambahnya.

File foto menteri kesehatan Karnataka K Sudhakar

Menteri Kesehatan Karnataka K Sudhakar (Foto: Twitter)

Pada hari Sabtu, menteri kesehatan Karnataka K Sudhakar mengatakan bahwa Sekolah Tinggi Ilmu Kedokteran SDM di distrik negara bagian Dharwad telah menjadi kluster Covid dengan 281 orang di kampus yang dinyatakan positif minggu ini.

“Saya diberitahu ada festival budaya dan menyebar di sana. Tapi kami tidak dalam situasi untuk memaksakan pembatasan [in the state]. Pernikahan dan acara lainnya juga terjadi,” kata K Sudhakar.

Pada hari Jumat, pemerintah distrik Dharwad telah menutup sekolah dan perguruan tinggi dalam radius 500 meter dari perguruan tinggi SDM. Daerah sekitarnya dibersihkan. sesuai laporan oleh The Times of India, delapan ambulans sedang disiapkan dan pengunjung ke kampus telah dibatasi.

Karnataka mencatat 402 kasus Covid baru dalam 24 jam pada hari Sabtu.

DI VARIAN OMICRON

Mengenai varian coronavirus baru, bernama Omicron oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada hari Jumat, K Sudhakar mengatakan bahwa Karnataka sedang memantau situasi. Tidak ada kasus varian baru di negara bagian sampai sekarang, katanya.

“Saya telah meminta departemen dalam negeri dan Bruhat Bengaluru Mahanagara Palike untuk melacak orang-orang yang telah tiba di Karnataka dari negara-negara Afrika selatan,” katanya.

K Sudhakar menambahkan, “Kami memiliki enam laboratorium pengurutan genom yang sudah ada di negara bagian. Sampel akan diuji untuk Omicron.”

Pada hari Jumat, Organisasi Kesehatan Dunia menetapkan varian SARS-CoV-2 B.1.1529 sebagai “virus yang sangat menular yang mengkhawatirkan”. Varian virus corona baru, bernama Omicron, telah terdeteksi di Afrika Selatan, Hong Kong, Israel, dan Botswana.

Klik di sini untuk liputan lengkap IndiaToday.in tentang pandemi virus corona.

Posted By : totobet